Perjalanan Dua Garis
Akhir bulan Agustus 2019 kami menikah. Empat bulan kemudian, di kampung tempatku tinggal, ada dua oeang yang berbarengan menikah. Salah satunya masih saudara. Disana kami sempat berpartisipasi, makein henna dan suami jadi MC-nya.
Kami yang sudah 4 bulan lebih dulu menikah, belum diberi kepercayaan. Sehingga perut masih kosong. Dua pengaantin yang menikah, sudah dapat kabar gembira. Katanya sudah ngisi.
Kami, sedikit pun tak khawatir dengan apa yang kami jalani. Semuanya kehendak yang maha kuasa, tugas kami hanya berusaha. Jadi, tak sedikit pun menjadi beban. Bahkan, ketika ditanya sudah ngisi apa belum? Kami jawab dengan apa adanya. "Doakan, sedang proses..."
Suami juga sering menguatkan. Supaya enjoy saja kalau ada yang tanya seputar kehamilan. Pandai-pandai husnudzon saja. "Belum dikasih, mungkin belum dipercaya sama yang maha kuas. Nikmati saja prosesnya..."
Suami sering cerita tentang kisah-kisah nabi. Terutama kisah Nabi Zakariya. Hikmah yang harus diambil adalah perjuangan nabi Zakariaya amat sangat lama, tidak ada apa-apanya dengan yang kini dijalani. Setelah tua renta, barulah doanya dikabulkan.
Lalu kisah Maryam yang dalam tanda kutip "belum siap" mengandung tapi langsung diberi. Bagaimana ujian dan kesabaran yang dilalui hingga melahirkan anaknya. Selepas melahirkan pun kesabarannya selalu diuji.
Kisah Nabi Zakariya dan Maryam, tertumpu pada bagaimana seorang hamba melalui ujian demi ujian dengan penuh kesabaran. Jika dibenturkan dengan apa yang saat ini kami jalani, tentu amatlah jauh.
Jika merasa baperan dengan sebuah pertanyaan atau sindiran orang, terlalu lemah. Kudu sering-sering berkaca kepada dua sosok di atas. Supaya kebalnya bertambah.
Tepat, setelah sekitar satu tahun menunggu, akhirnya hasil positif itupun tiba. Alhamdulillah. Pesan suami, jangan dipamer-pamerin, jangan dibuat status Sosmed maupun whatsapp. Biarkan mereka tahu dengan sendirinya.
Ikhtiar
Ikhtiar yang dilakukan kami berdua biasa saja. Kalau kata suami, sempat berusaha puasa ngomong selama tiga hari. Sebab, tanda yang diberikan Allah kepada Nabi Zakariya, beliau tidak bisa bercakap-cakap selama tiga hari. Semuanya pakai isyarat (Baca QS. Ali Imran : 41)
Suami sering mengulang-ulang doa Nabi Zakariya. Semoga dengan wasilah doa yang pernah dibaca beliau, doa yang dipanjatkan bisa diterima. Begitu cerita suami. Lalu, sempat minum susu juga, tapi suami enggak ikutan.
Ketika tulisan ini dibuat, kondisi kehamilan sudah memasuki delapan bulan kurang sehari. Ini diperoleh dari hasil USG di dokter yang buka di Komplek Cigadung - Pabrik.
Kepada semua pejuang garis dua dan calon ibu yang sedang berjuang, jangan menyerah terus bersabar dan ikhtiar. Jangan pedulikan mereka yang suka main sindir apalagi suka membanding-bandingkan. Saya sendiri mengutuk oknum-oknum yang demikian.
Salam hangat.
___
Komentar
Posting Komentar