Postingan

Bandingkan

Gambar
Jika kita bandingkan hidup yang saat ini dijalani dengan kehidupan orang lain tentu ratusan bahkan ribuan kali ucapan syukur itu tak henti diucapkan. Dengan catatan, pembandingnya harus yang di bawah, bukan yang di atas. Sebagai mana ungkapan yang indah itu sering kita dengarkan. "Unduruu ila man huwa aspala minkum, walaa yandzuru ilaa man hua fauqakum. Lihatlah kepada orang yang ada di bawah kalian, bukan melihat kepada orang yang di atas kalian..." Ini untuk perkara dunia. Adapun untuk perkara akhirat. Mesti dibalik. Harus melihat orang yang berada di atas kita. Supaya termotivasi untuk terus menyamakan level dan berlomba-lomba dalam kebaikan. Intinya, Awas! Jangan sampai dibalik ya... Bisa repot! Sebagai mana yang kini dialami emak. Tiap hari senin dan kamis pagi, dengan mengendarai sepeda motor kami berangkat ke Serang untuk Hemodialisa. Hal ini terasa begitu berat dan melelahkan. Tetapi, apa yang kami jalani tidak sesulit teman emak yang seruangan di kamar hemodialisa. C...

Perjalanan Dua Garis

Gambar
Akhir bulan Agustus 2019 kami menikah. Empat bulan kemudian, di kampung tempatku tinggal, ada dua oeang yang berbarengan menikah. Salah satunya masih saudara. Disana kami sempat berpartisipasi, makein henna dan suami jadi MC-nya. Kami yang sudah 4 bulan lebih dulu menikah, belum diberi kepercayaan. Sehingga perut masih kosong. Dua pengaantin yang menikah, sudah dapat kabar gembira. Katanya sudah ngisi. Kami, sedikit pun tak khawatir dengan apa yang kami jalani. Semuanya kehendak yang maha kuasa, tugas kami hanya berusaha. Jadi, tak sedikit pun menjadi beban. Bahkan, ketika ditanya sudah ngisi apa belum? Kami jawab dengan apa adanya. "Doakan, sedang proses..." Suami juga sering menguatkan. Supaya enjoy saja kalau ada yang tanya seputar kehamilan. Pandai-pandai husnudzon saja. "Belum dikasih, mungkin belum dipercaya sama yang maha kuas. Nikmati saja prosesnya..." Suami sering cerita tentang kisah-kisah nabi. Terutama kisah Nabi Zakariya. Hikmah yang harus diambil adal...

Profesional dalam Bekerja

Gambar
Profesionalisme dalam hal apapun perlu dijunjung tinggi. Apalagi dalam hal pekerjaan. Begitulah saran dari sang suami.  Beliau juga menambahkan: sebagai pekerja jasa, dan sering 'berduet' dengan teman yang berbeda, maka menjadi pantangan bahkan 'haram hukumnya' jika sampai membicarakan kekurangan satu sama lain.  Tak ada guna membicarakan kekurangan orang lain. Bisa jadi, kekurangan itu sebenarnya ada dalam diri masing-masing. Lalu, ketika berduet dengan A, maka fokusnya tertuju dengan A. Bukan B, C, atau D.  Totalitasnya dengan A. Rumusnya adalah, "ambil yang baik dan buang yang jelek..." Jika terjebak dengan situasi yang "buruk" maka solusi terbaiknya adalah diam. Dalam arti, tidak memperpanjang atau mengorek-ngorek keburukan yang lainnya. Berusaha pasif dalam hal keburukan. Pada umumnya, membicarakan kekurangan atau keburukan orang sangatlah mengasyikan. Bisa lupa waktu dan terus-terusan. Berawal dari satu orang awalnya, lalu berlanjut ke orang ya...

Kakek Nenek Hebat

Gambar
Senin, 26/01/21 Oleh : Amha Ada sepasang nenek kakek yang sewaktu mudanya tinggal di jakarta. Sekitar tahun 1995 memutuskan untuk kembali ke kampung halaman.  Awalnya sih masih tetap bolak balik ke Jakarta, tapi tiga tahun menjalani kehidupan di kampung, menjadi lebih mantap dan yakin untuk memutuskan tidak akan kembali ke Jakarta lagi. Hari-harinya dihabiskan di kampung. Sibuk bertani. Bercocok tanam; mengurus sawah dan kebun. Hasilnya melimpah ruah. Belum lagi, rumahnya dibuat tempat jualan; kamar depan dijadikan warung kecil. Keuangannya diputar terus, sehingga tidak berkurang. Di samping mengelola di atas, dipercaya juga untuk memegang kas mushola. Beban yang tidak mudah. Namun, semuanya dipegang dengan baik. Nenek dan kakek sekian lama menikah, belum diberi keturunan juga. Untung ada keponakan yang dianggap anak sendiri. Sehingga, tidak pernah sepi hari-harinya. Semua berjalan normal pada umumnya.  Keponakan yang diurus dari kecil sudah beranjak dewasa, dan berumahtangga ...

Logoku

Gambar

Tahun 2021

Gambar
Tulisan ini diawali di akhir bulan Januari 2021. Tepatnya tanggal 24, pagi hari. Kondisi cuaca cukup dingin. Ditemani gemercik gerimis serta sesekali suara guntur kecil dari kejauhan. Prediksi, gerimis turunnya awet. Prediksi BMKG sih memang daerah Pandeglang hujan ringan hari ini. Di tengah kondisi cuaca begini, teringat akan sebuah kenangan masa lalu. Kala itu sedang berada di perantauan. Di kota gudeg tepatnya. Jauh dari sanak saudara. Hidup dengan mengandalkan peluang yang ada. Hingga mampu meyakinkan mereka untuk mendapatkan beasiswa. Tujuan utama merantau untuk menggapai cita-cita. ____ Inilah tulisan awal, di blog yang baru ini. Seoga bisa terus berkarya, konsisten dan mengasah kemampuan menulis semakin tajam. Harapannya, semoga menjadi amal dan bermanfaat bagi para pembaca. Amiin. Salam hangat. Amha KeCe | Tangkas | UnIk